United lampaui estimasi Q2, peringatkan lonjakan bahan bakar
Maskapai itu memangkas panduan laba kuartal III di bawah proyeksi Wall Street dan berpeluang menurunkan kapasitas akhir tahun ini.
United Airlines melampaui estimasi Wall Street untuk pendapatan dan laba disesuaikan kuartal kedua, tetapi memperingatkan bahwa lonjakan harga bahan bakar jet dapat menambah hampir US$ 6 miliar pada biaya 2026. Maskapai berbasis di Chicago itu membukukan laba disesuaikan US$ 1,99 per saham dari pendapatan US$ 17,67 miliar untuk kuartal yang berakhir 30 Juni, di atas estimasi LSEG masing-masing US$ 1,88 per saham dan US$ 17,61 miliar. United memperkirakan laba disesuaikan kuartal ketiga US$ 2,50 hingga US$ 3,50 per saham, di bawah estimasi analis US$ 3,60, dan mempertahankan kisaran setahun penuh di US$ 9 hingga US$ 11 per saham sambil menaikkan batas bawah dari proyeksi April. Perusahaan itu juga menyebut biaya bahan bakar kuartal kedua melonjak 84% menjadi US$ 2,3 miliar dan menilai tarif yang lebih tinggi serta potensi pemangkasan kapasitas akan membantu meredam dampaknya.
Sumber
- MarketWatchTier 275% reliabelBaca →27 jam lalu