Target tarik kostum Halloween usai kecaman, saham turun 5%
Kontroversi ini memicu kembali sorotan atas pengawasan produk Target, di tengah upaya memulihkan penjualan dan kepercayaan konsumen.
Target menarik sebuah kostum Halloween anak-anak dan menyampaikan permintaan maaf setelah kritikus daring menilai produk itu menyerupai blackface dan citra minstrel, polemik yang turut menekan saham peritel tersebut hingga 5%. Produk itu dijual dengan nama “Kids’ Glows Under Blacklight Circus Clown Halloween Costume.” Dalam pernyataan publik, Target menyebut kostum itu ofensif dan seharusnya tidak masuk dalam jajaran produknya, serta menambahkan bahwa produk tersebut sangat menyakitkan bagi pelanggan, anggota tim, dan mitra kulit hitam. Reuters melaporkan adanya email internal dari chief merchandising officer Cara Sylvester yang mengulang permintaan maaf itu dan mengatakan perusahaan akan meninjau cara produk tersebut disetujui. Kasus ini muncul ketika Target berupaya memulihkan penjualan dan kepercayaan konsumen setelah kontroversi sebelumnya terkait Pride Collection dan penarikan kebijakan DEI.