Putra mantan Presiden Meksiko kehilangan visa AS
Langkah itu disebut terkait pengetatan AS yang, menurut Reuters, telah menyasar setidaknya 50 pejabat Meksiko.
Andres Manuel Lopez Beltran, putra mantan Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador, mengatakan Amerika Serikat mencabut visanya dan menyebut langkah itu bermotif politik. Dalam surat yang dirilis pada Kamis kepada Presiden Donald Trump, Lopez Beltran menuduh Secretary of State Marco Rubio dan Deputy Secretary Christopher Landau memerintahkan keputusan tersebut serta mengatakan otoritas AS tidak memberi bukti yang mengaitkannya dengan tindak pidana. Lopez Beltran, 39, baru saja mundur dari jabatan pimpinan di partai berkuasa Morena dan tengah bersiap mencalonkan diri pada 2027 untuk majelis rendah dari Tabasco. Presiden Claudia Sheinbaum pada Jumat mengatakan pencabutan visa AS yang menyasar apa yang disebut Washington sebagai politically exposed persons bersifat politis karena tidak diterapkan secara setara di berbagai negara.