SNLIK 2026: Literasi Keuangan RI Naik ke 69,57 Persen
Yang baru: inklusi keuangan ikut naik ke 93,61 persen, tetapi literasi keuangan syariah turun tipis ke 43,07 persen.
Badan Pusat Statistik bersama Otoritas Jasa Keuangan dan Lembaga Penjamin Simpanan merilis Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2026 yang mencatat kenaikan pemahaman dan akses keuangan masyarakat. Indeks literasi keuangan nasional mencapai 69,57 persen, naik dari 66,64 persen pada 2025. Indeks inklusi keuangan juga meningkat menjadi 93,61 persen dari 92,74 persen.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan kenaikan terutama ditopang keuangan konvensional. Di sisi lain, literasi keuangan syariah turun tipis menjadi 43,07 persen dari 43,42 persen. Berdasarkan wilayah, literasi di perkotaan mencapai 72,54 persen, lebih tinggi daripada perdesaan 64,42 persen. Untuk inklusi, perkotaan berada di 95,47 persen dan perdesaan 90,39 persen.
SNLIK 2026 memakai sampel di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota, dengan 75.000 responden yang diwawancarai pada 26 Januari hingga 18 Februari 2026.