Singapura Tambah 400 Lebih Penerbangan saat Ruang Udara Timur Tengah Ditutup
IATA menilai lonjakan Changi hanya sementara saat hub Teluk pulih, sementara Singapura menunda pungutan SAF hingga 2027.
Bandara Changi Singapura meraup tambahan trafik dari penutupan ruang udara Timur Tengah, dengan maskapai menambah lebih dari 400 penerbangan antara Singapura dan kota-kota seperti Frankfurt, London, Munich, Paris, Perth, dan Sydney dari Maret hingga Mei. Dalam pertemuan tahunan IATA di Rio de Janeiro pada 9 Juni, Direktur Jenderal Willie Walsh memuji Singapore Airlines karena cepat mengalihkan kapasitas di rute Asia-Eropa, termasuk layanan A380 ke Frankfurt dan rencana penambahan frekuensi ke Manchester, Milan, Munich, dan London Gatwick pada akhir 2026. Walsh mengatakan keunggulan itu kemungkinan sementara karena hub Teluk diperkirakan pulih begitu stabilitas regional kembali. Ia juga menyoroti keputusan Singapura menunda penerapan pungutan bahan bakar penerbangan berkelanjutan hingga 1 Jan 2027.