Secret Service uji aplikasi AI pemindai wajah untuk ancaman
Uji coba di Washington mencakup 25 petugas berseragam, yang biasanya harus meminta persetujuan sebelum memindai wajah atau sidik jari.
US Secret Service mulai menguji aplikasi seluler berbasis kecerdasan buatan yang memindai wajah atau sidik jari lalu mencocokkannya dengan basis data pemerintah dalam penyelidikan ancaman. Aplikasi bernama Sentry itu baru diluncurkan kepada 25 petugas berseragam Secret Service di Washington setelah lembaga tersebut menuntaskan kesepakatan pada 18 Mei. Para petugas itu terutama menjaga gedung-gedung pemerintah, termasuk White House dan kedutaan asing. Langkah ini diambil ketika lembaga itu melaporkan kenaikan 40% ancaman yang diselidiki pada 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, disertai hampir 10 kali lebih banyak intervensi terhadap orang yang diduga memiliki gangguan mental. Uji coba ini juga memperluas penggunaan alat pengenalan wajah oleh aparat penegak hukum yang memicu kekhawatiran privasi.