Saham Indonesia naik 0,3% saat jeda The Fed dorong minat risiko
Brent menembus US$90 per barel, dan Bursa mempertahankan komposisi IDXBUMN20 untuk 5 Agustus-2 Februari.
Indeks saham acuan Indonesia dibuka menguat pada Kamis ketika investor lebih berani mengambil risiko setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuannya. Jakarta Composite Index naik 18,89 poin, atau 0,31%, menjadi 6.110,28, sementara LQ45 menguat 0,42% ke 609,04. Phintraco Sekuritas menilai indeks berpeluang menguji level psikologis 6.000 dalam perdagangan. Di luar negeri, The Fed menahan suku bunga di 3,5% hingga 3,75%, meski tiga pejabat mendukung kebijakan yang lebih ketat, menandakan kekhawatiran inflasi masih berlanjut. Harga Brent ditutup di atas US$90 per barel dan WTI di US$84 setelah Presiden Donald Trump mengancam respons keras AS terhadap Iran atas dugaan upaya serangan terhadap pasukan AS di Timur Tengah.