Rupiah sentuh Rp18.000 per dolar AS, industri susu tekan biaya
Akibatnya: biaya bahan baku impor susu naik 17%-35%, sementara pelaku usaha menahan harga jual karena daya beli masih lemah.
Rupiah menyentuh Rp18.000 per dolar AS pada Kamis (4/6), level terlemah yang disorot luas media internasional dan mulai menekan industri yang bergantung pada impor. Di sektor pengolahan susu, Asosiasi Industri Pengolahan Susu menyebut pelemahan kurs langsung mengerek harga bahan baku seperti susu bubuk serta vitamin dan mineral. Direktur Eksekutif AIPS Sonny Effendhi mengatakan kenaikan biaya akibat kurs mencapai 17%-35%. Namun produsen belum berani menaikkan harga ke konsumen karena daya beli dinilai belum pulih, sehingga perusahaan memilih efisiensi internal. Ketua Umum APSPI Agus Warsito menambahkan sekitar 80% bahan baku industri susu masih impor, sehingga kurs tinggi juga mengganggu ekspansi usaha dan rencana impor indukan sapi perah bunting.
Sebelumnya dalam cerita ini
- 44 jam laluRupiah sentuh Rp18.000 per dolar AS, industri susu tekan biayasedang dibaca
- 46 jam laluIHSG ditutup anjlok 4,2 persen ke 5.594,77 pada akhir pekan
- 5 JunRupiah Sentuh Rp 18.015 per Dolar AS, DPR Desak Respons Cepat