RI-Filipina teken barter US$350 juta untuk tekstil dan baja
Yang baru: skema ini menukar serat abaka dan bijih besi tanpa pembayaran dolar AS, dengan nilai sekitar Rp6,29 triliun per tahun.
Indonesia dan Filipina menandatangani dua nota kesepahaman imbal dagang tripartit senilai total US$350 juta atau sekitar Rp6,29 triliun per tahun di Jakarta, Senin. Kesepakatan itu mencakup pertukaran serat abaka mentah dengan produk tekstil jadi senilai US$50 juta per tahun, serta pertukaran produk baja dengan bijih besi asal Filipina senilai US$300 juta per tahun untuk kebutuhan produksi Krakatau Steel. Penandatanganan melibatkan Asian Pyrochem Technologies, PT Trade Barter Indonesia, Asosiasi Garment dan Tekstil Indonesia, dan PT Krakatau Global Trading. Menteri Perdagangan Budi Santoso menilai skema ini dapat mengurangi ketergantungan pada dolar AS di tengah fluktuasi nilai tukar dan ketidakpastian perdagangan global. Pada Januari-April 2026, total perdagangan kedua negara mencapai US$4,16 miliar, dengan surplus US$2,93 miliar bagi Indonesia.