Reli baht Thailand berisiko berbalik di tengah prospek 2026
Analis melihat baht melemah ke 33,50-34,4 per US$ seiring impor minyak, tekanan fiskal, dan kenaikan suku bunga The Fed.
Penguatan baht Thailand belakangan ini diperkirakan hanya singkat, karena investor bersiap menghadapi bank sentral yang diperkirakan tetap menahan suku bunga di level rendah meski harga minyak naik dan menekan ekonomi. Mata uang itu sudah menguat 0,9% sepanjang Agustus, menjadikannya salah satu kinerja terbaik di Asia Tenggara. Namun, analis di BNP Paribas dan MUFG Bank memperkirakan baht akan melemah pada akhir tahun ini. Proyeksi mereka berkisar dari 33,50 per US$ pada akhir 2026 hingga 34,4 pada kuartal IV. Neraca transaksi berjalan Thailand berubah menjadi defisit US$17,7 miliar pada kuartal lalu ketika impor energi meningkat, sementara rencana pinjaman baru senilai US$12 miliar menambah kekhawatiran atas keberlanjutan fiskal. Ekonom juga memperkirakan imbal hasil US yang tinggi dan kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve akan memperlebar selisih dengan suku bunga acuan Thailand sebesar 1%.