Pemerintah Guinea Ekuatorial mundur usai capai 10% target
Presiden Teodoro Obiang diperkirakan segera menunjuk kabinet baru setelah partai berkuasa menyoroti korupsi dan proyek mandek.
Pemerintah Guinea Ekuatorial mengundurkan diri setelah hanya meraih sekitar 10% dari targetnya, kata Wakil Presiden Teodoro Nguema Obiang Mangue. Perdana Menteri Manuel Osa Nsue Nsua, yang ditunjuk pada 2024, menyerahkan pengunduran diri kolektif para menteri di negara Afrika Tengah penghasil minyak itu. Partai Demokratik Guinea Ekuatorial, partai berkuasa, mengatakan Presiden Teodoro Obiang Nguema Mbasogo tidak puas dengan kinerja kabinet, dengan alasan korupsi, penyalahgunaan sumber daya negara, keterlambatan proyek pembangunan, dan kegagalan mendiversifikasi ekonomi, khususnya di sektor pertanian. Pemerintahan baru diperkirakan akan dibentuk. Obiang memerintah sejak 1979, sementara negara itu masih sangat bergantung pada pendapatan minyak dan gas.
Sumber
- The Straits TimesTier 180% reliabelBaca →17 Jun