Nyamuk malaria invasif menyebar di Afrika dengan resistansi pestisida
Temuan ini meningkatkan risiko wabah malaria perkotaan di Afrika, karena semua insektisida yang dipakai kini tak lagi efektif.
Anopheles stephensi, nyamuk invasif pembawa malaria yang tumbuh subur di perkotaan, menyebar di Afrika lebih cepat dan lebih jauh dari yang dikhawatirkan para ilmuwan, sehingga meningkatkan risiko wabah di kota-kota yang sebelumnya bukan wilayah ancaman utama malaria. Analisis genom baru terhadap spesimen dari 10 negara menemukan nyamuk yang terdeteksi di Afrika memiliki resistansi genetik terhadap semua bahan kimia yang saat ini digunakan dalam penyemprotan dan program pengendalian nyamuk lainnya. Para pakar kesehatan masyarakat yang dikutip dalam laporan itu mengatakan spesies ini mungkin sudah terlalu mengakar untuk diberantas atau bahkan dibatasi. Habitat perkotaan nyamuk itu dan resistansi luas terhadap insektisida dapat mempersulit upaya pengendalian di kota-kota Afrika yang tumbuh pesat dan sudah berada di bawah tekanan risiko penyakit menular.