Kemarau 3 Bulan, Warga Grobogan Andalkan Belik di Sungai Kering
Akibatnya: air belik dipakai untuk mandi, mencuci, usaha laundry, dan ternak, sementara air minum serta kebutuhan harian harus dibeli.
Warga Dusun Ngedat, Desa Ketro, Grobogan, Jawa Tengah, mengandalkan belik yang dibuat di dasar sungai mengering setelah tiga bulan kemarau menyulitkan akses air bersih. Air yang masih terkumpul di lubang kecil itu dipakai untuk mandi, mencuci, memenuhi kebutuhan usaha jasa cuci pakaian, dan memberi minum ternak. Namun untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk air yang dibawa pulang dengan galon, warga tetap harus membeli pasokan air. Foto ANTARA pada Kamis, 13 Agustus 2026, memperlihatkan warga mengambil dan mengangkut air dari belik yang menjadi tumpuan ketika sumber air di sekitar permukiman makin sulit diperoleh selama musim kemarau.