KAI batal impor KRL bekas Jepang, buru 23 rangkaian baru
Yang baru: 8 rangkaian dinilai mendesak dan seluruh kebutuhan ditargetkan dipenuhi dalam 2-3 tahun dengan melibatkan INKA.
PT Kereta Api Indonesia membatalkan rencana impor kereta rel listrik bekas dari Jepang dan beralih ke pengadaan 23 trainset baru untuk kebutuhan Commuter Line Jabodetabek. Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan delapan rangkaian menjadi kebutuhan paling mendesak, sementara seluruh pengadaan dipercepat dalam dua sampai tiga tahun. KAI menugaskan PT Industri Kereta Api atau INKA untuk memproses pengadaan, baik lewat produksi sendiri maupun bermitra dengan perusahaan luar negeri, dengan syarat tetap melibatkan industri dalam negeri. Di saat yang sama, KAI dan INKA sedang menguji dinamis rangkaian KRL produksi dalam negeri kedelapan di lintas Bogor-Jakarta Kota di luar jam sibuk.