Istana Bela Prabowo Sering ke Luar Negeri demi Energi dan Investasi
Yang baru: Istana menautkan lawatan itu dengan impor sekitar 1 juta dari kebutuhan 1,6 juta liter minyak per hari serta komitmen investasi Qatar US$4 miliar.
Pemerintah membela frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto dengan alasan kebutuhan energi dan diplomasi investasi. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari mengatakan situasi geopolitik global membuat Indonesia harus aktif membangun aliansi dan mencari pasokan bagi kebutuhan dalam negeri. Ia menyebut kebutuhan minyak sekitar 1,6 juta liter per hari, dengan sekitar 1 juta liter masih bergantung pada impor. Karena itu, lawatan presiden dinilai penting untuk menjaga hubungan dengan negara produsen minyak. Secara terpisah, Fadli Zon menilai diplomasi langsung oleh kepala negara mempercepat keputusan. Ia mencontohkan pertemuan bilateral dengan Emir Qatar yang, menurutnya, berujung komitmen investasi senilai US$4 miliar, terdiri dari US$2 miliar dari Qatar dan US$2 miliar dari Indonesia.
Sumber
Sebelumnya dalam cerita ini
- 17 JunIstana Bela Prabowo Sering ke Luar Negeri demi Energi dan Investasisedang dibaca
- 4 JunGerindra dan Seskab bela kunker Prabowo usai dikritik Dino