Iran menembak pangkalan di Kuwait dan Bahrain usai serangan AS
Pertukaran serangan ini memperkeruh gencatan senjata April dan menekan lalu lintas serta pasokan minyak di Selat Hormuz.
Pasukan AS menyerang radar pesisir dan situs pengawasan Iran setelah menembak jatuh empat drone yang menuju Selat Hormuz, menurut US Central Command. Iran kemudian menembakkan rudal ke situs militer yang terkait dengan AS di Kuwait dan Bahrain, sementara Garda Revolusi juga menargetkan tanker yang melintas di jalur air itu tanpa persetujuannya, lapor media Iran dan Reuters. Kuwait mengatakan pihaknya mencegat tujuh rudal balistik di atas kawasan permukiman, menyebabkan kerusakan properti tetapi tidak ada korban jiwa. Bahrain membunyikan sirene dan meminta warga berlindung. Pertukaran terbaru ini memperdalam konflik yang sudah mengganggu lalu lintas di selat tersebut, jalur yang sebelumnya membawa sekitar seperlima perdagangan minyak global, serta mengaburkan upaya mediasi untuk mencapai kesepakatan sementara.