Iran bantah minta negosiasi, tuduh AS langgar MoU 22 hari
Yang baru: Teheran menyebut Washington sudah beberapa kali melanggar nota Juni, termasuk sanksi baru dan pembatasan penjualan minyak.
Iran membantah klaim Presiden AS Donald Trump bahwa Teheran meminta perundingan baru dengan Washington. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menyatakan Iran tidak mengajukan pembicaraan, meski menerima permintaan mediator kawasan dan menjamu delegasi Qatar di Mashhad. Teheran juga menuduh AS berulang kali melanggar memorandum of understanding yang diteken pada Juni, bahkan dalam 22 hari pertama setelah penandatanganan. Menurut Iran, pelanggaran itu mencakup sanksi baru, pembatasan penjualan minyak, dan serangan AS. Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengatakan Iran tetap menjalankan kewajibannya secara timbal balik. Di tengah ketegangan itu, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan era “kesepakatan sepihak” telah berakhir, sementara situasi di Selat Hormuz masih memanas.
Sumber
Sebelumnya dalam cerita ini
- 1 jam laluOman-Iran lanjutkan perundingan navigasi Selat Hormuz di Muscat
- 3 jam laluAS gempur 170 target di Iran dalam 2 hari, 14 orang tewas
- 4 jam laluIran bantah minta negosiasi, tuduh AS langgar MoU 22 harisedang dibaca
- 5 jam laluIran tutup lagi Selat Hormuz usai tembak kapal Siprus, AS balas
- 7 jam laluSerangan AS-Iran memperdalam krisis Selat Hormuz usai serangan tanker
- 12 jam laluTrump ancam Iran dengan 1.000 rudal bila ada upaya pembunuhan
- 28 jam laluTrump perintahkan serangan baru ke Iran usai MoU damai runtuh
- 10 JulSerangan AS di 5 provinsi Iran tewaskan 14 orang, 78 terluka
- 10 JulAS gempur Sirik dan Qeshm di Iran, 13 ledakan dekat Hormuz
- 9 JulAS hantam 2 jembatan rel Iran, jalur ke Mashhad terganggu
- 9 JulIran serang basis AS di Bahrain-Kuwait, 85 fasilitas jadi sasaran