Iran bantah minta negosiasi, tuduh AS langgar MoU 22 hari
Yang baru: Teheran menyebut Washington sudah beberapa kali melanggar nota Juni, termasuk sanksi baru dan pembatasan penjualan minyak.
Iran membantah klaim Presiden AS Donald Trump bahwa Teheran meminta perundingan baru dengan Washington. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menyatakan Iran tidak mengajukan pembicaraan, meski menerima permintaan mediator kawasan dan menjamu delegasi Qatar di Mashhad. Teheran juga menuduh AS berulang kali melanggar memorandum of understanding yang diteken pada Juni, bahkan dalam 22 hari pertama setelah penandatanganan. Menurut Iran, pelanggaran itu mencakup sanksi baru, pembatasan penjualan minyak, dan serangan AS. Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengatakan Iran tetap menjalankan kewajibannya secara timbal balik. Di tengah ketegangan itu, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan era “kesepakatan sepihak” telah berakhir, sementara situasi di Selat Hormuz masih memanas.
Sumber
Sebelumnya dalam cerita ini
- 18 JulIran serang pangkalan AS di Yordania dan Bahrain
- 18 JulAS-Iran Baku Tembak di Selat Hormuz, China Desak Jalur Dibuka
- 16 JulRudal Iran hantam 2 tanker UEA di Selat Hormuz, 1 awak tewas
- 16 JulSerangan AS hantam Bandar Abbas dan situs Pulau Hormuz di Iran
- 16 JulAS lancarkan gelombang serangan baru ke Iran, ledakan guncang selatan
- 15 JulIran serang pangkalan AS di Yordania, Bahrain, dan Kuwait
- 15 JulAS perluas serangan ke Iran, penutupan Hormuz memicu lonjakan minyak 4%
- 15 JulIran tutup Selat Hormuz, AS gempur target baru di Iran
- 15 JulPBNU desak penghentian konflik AS-Iran saat Selat Hormuz memanas
- 15 JulAS gempur 6 lokasi pesisir Iran pada malam ketiga serangan
- 13 JulIran bantah minta negosiasi, tuduh AS langgar MoU 22 harisedang dibaca