Indonesia bantah tuduhan AS soal jalur transshipment China
Yang baru: laporan Gedung Putih menempatkan Indonesia di Tier 2 bersama Malaysia, Thailand, Turki, Vietnam, dan Brasil.
Pemerintah Indonesia membantah tuduhan Amerika Serikat bahwa RI menjadi jalur transshipment barang asal China untuk menghindari tarif masuk ke pasar AS. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan tuduhan dalam laporan Gedung Putih berjudul The Great Transshipment Scam itu tidak benar dan Indonesia tidak pernah dilibatkan dalam penyusunannya. Laporan tersebut memasukkan Indonesia ke kategori Tier 2 bersama Malaysia, Thailand, Vietnam, Turki, dan Brasil. Airlangga menyoroti penyebutan jalur Bekasi-Batam dalam dokumen itu. Menurut dia, kawasan industri Batam dan Bekasi sudah berkembang sejak 1990-an dan didominasi manufaktur. Ia juga menyebut bahan baku plastik di dalam negeri dipasok produsen seperti Chandra Asri dan Lotte Chemical, sementara produk kemasan plastik mayoritas dipakai di pasar domestik atau diekspor ke negara sekitar, bukan ke AS.