Hungaria bergerak menyingkirkan presiden dalam perombakan kekuasaan Magyar
Parlemen dijadwalkan memilih pada Senin; proses pemakzulan bisa dimulai jika Tamas Sulyok tak meneken dalam lima hari.
Parlemen Hungaria dijadwalkan menyetujui amandemen konstitusi pada Senin untuk mengakhiri masa jabatan Presiden Tamas Sulyok, langkah besar dalam upaya Perdana Menteri Peter Magyar membongkar struktur kekuasaan warisan mantan pemimpin Viktor Orban. Magyar, yang partai Tisza meraih supermayoritas setelah mengalahkan Orban pada April, mengatakan langkah itu akan lolos dan proses pemakzulan akan dimulai jika Sulyok tidak menandatanganinya dalam lima hari. Rancangan undang-undang itu akan memungkinkan parlemen memilih presiden baru hingga konstitusi baru berlaku, atau selama maksimal lima tahun. Aturan itu juga akan membatasi masa jabatan anggota parlemen menjadi 12 tahun. Sulyok, mantan hakim Mahkamah Konstitusi yang diangkat sebagai presiden pada 2024, menolak amandemen itu dan meminta peninjauan oleh Venice Commission.