Harga minyak turun ke level terendah 12 hari usai AS perketat sanksi Iran
Brent ditutup di US$88,58 dan WTI di US$82,36, seiring pasar menilai Washington memilih tekanan ekonomi ketimbang serangan militer baru.
Harga minyak jatuh tajam setelah Amerika Serikat memberlakukan sanksi baru terhadap Iran dan pelaku pasar bertaruh Washington akan mengandalkan tekanan ekonomi alih-alih aksi militer segera. Harga Brent turun 3,9% menjadi US$88,58 per barel, sementara West Texas Intermediate AS anjlok 3,1% ke US$82,36, level terendah 12 hari. Sepanjang pekan ini, harga turun lebih dari 5% setelah reli pekan lalu dipicu kekhawatiran gangguan pasokan di Selat Hormuz. Treasury Secretary Scott Bessent menyebut kampanye itu sebagai ofensif finansial besar, sedangkan President Donald Trump mengatakan ranjau di perairan internasional di Hormuz telah dibersihkan. Iran Economy Minister Ali Madanizadeh mengatakan Tehran memiliki rencana dua tahun untuk menghadapi sanksi yang lebih ketat.