Harga minyak melonjak 5% saat gencatan Iran-AS goyah, risiko Hormuz naik
Brent ditutup di US$78,02, tertinggi sejak 19 Juni, saat pasar menimbang gangguan tanker dan larangan ekspor solar Rusia.
Harga minyak naik tajam pada Rabu setelah Presiden Donald Trump mengancam serangan baru ke Iran, memicu kekhawatiran bahwa perang yang kembali memanas akan mengganggu pengiriman lewat Selat Hormuz. Brent naik US$3,86 atau 5,2% ke US$78,02 per barel, sedangkan West Texas Intermediate AS menguat US$3,08 atau 4,4% ke US$73,52. Sebelumnya, kedua patokan sempat naik hampir 9% sebelum terkoreksi setelah Trump memberi sinyal ia tidak memperkirakan perang skala penuh. Analis RBC Capital Markets menilai eskalasi itu kemungkinan mengurangi jumlah kapal yang bersedia melintas di Hormuz, jalur penting ekspor minyak global. Pasar solar juga makin ketat setelah Rusia melarang ekspor diesel usai serangan drone Ukraina ke kilang dan infrastruktur bahan bakar.