Sopir bus Go-Ahead diserang di Singapore, kasus kedua dalam 3 bulan
Korban dirawat di Changi General Hospital usai serangan 16 Agustus dan kini sudah kembali bertugas.
Seorang sopir bus Go-Ahead Singapore diduga diserang saat mengemudikan Service 2 pada 16 Agustus, menjadi kasus kedua yang menimpa operator itu dalam tiga bulan. Insiden terjadi sekitar pukul 17.20 di rute antara Changi Village Terminal dan Kampong Bahru Terminal, sehingga perjalanan terganggu. Sopir itu menjalani perawatan di Changi General Hospital akibat luka yang dialami dan kini sudah kembali bekerja. Go-Ahead mengatakan telah membuat laporan polisi dan bekerja sama dengan pihak berwenang. National Transport Workers’ Union mengatakan tetap berkomunikasi dengan sopir tersebut dan dapat memberikan bantuan hukum. Serangan sebelumnya pada 23 Mei juga melibatkan sopir di Service 2 setelah seorang penumpang dilaporkan marah karena melewatkan satu halte.