Brent tembus US$100, saham Asia tergelincir
Kenaikan minyak berisiko mengerek bensin, ongkos kirim, dan harga pangan, sementara saham teknologi AI rontok hampir US$800 miliar dalam sehari.
Harga minyak Brent naik di atas US$100 per barel pada Kamis, level tertinggi sejak Mei, ketika pertempuran yang terkait perang Iran dan serangan Houthi terhadap kapal tanker minyak Arab Saudi mengguncang pasar global. Lonjakan harga energi itu memicu aksi jual luas di pasar saham dari Wall Street ke Asia pada Jumat, dengan Seoul turun lebih dari 3% dan sejumlah saham chip serta teknologi utama di Jepang dan Korea Selatan membukukan pelemahan tajam. Di AS, indeks Magnificent Seven kehilangan hampir US$800 miliar nilai pasar, dengan Alphabet merosot hampir 7% dan Tesla jatuh lebih dari 14%. Analis dan pelacak konsumen menilai lonjakan minyak kemungkinan merembes ke harga bensin, pengiriman, perlengkapan sekolah, dan makanan segar, sementara rata-rata harga bensin reguler di AS berada di US$4,09 per galon pada Kamis.
Sumber
- PBS NewsHourTier 185% reliabelBaca →8 jam lalu