Biya kembali ke Cameroon usai 10 pekan absen di tengah rumor kesehatan
Absensi 93 tahun itu memperuncing pertanyaan suksesi di sistem yang bertumpu pada kepresidenan.
Presiden Cameroon Paul Biya kembali ke Yaounde pada 20 Agustus setelah lebih dari 10 pekan berada di luar negeri, mengakhiri absensi terpanjang yang tercatat sejak berkuasa pada 1982. Pemimpin 93 tahun itu tiba di Nsimalen International Airport dengan penerbangan carter dari Geneva, Switzerland, setelah meninggalkan Cameroon pada 7 Juni untuk apa yang oleh kabinetnya disebut sebagai kunjungan pribadi singkat ke Eropa. Absensi yang berkepanjangan itu memicu spekulasi soal kesehatannya dan siapa yang akan menjalankan negara bila ia tak lagi mampu memerintah. Tokoh oposisi mendesak Constitutional Council mempertimbangkan kepemimpinan interim, tetapi lembaga itu tidak mengambil tindakan. Biya kemudian berkendara ke Etoudi Unity Palace saat para pendukung berjajar di jalan-jalan.