BI nilai damai interim AS-Iran belum redakan risiko global
Yang baru: Perry Warjiyo tetap melihat pertumbuhan dunia hanya sekitar 3% dan inflasi 4,4%, meski tensi perang mulai mereda.
Bank Indonesia menilai kesepakatan damai interim antara Amerika Serikat dan Iran belum cukup menghapus ketidakpastian ekonomi global, meski tensi perang mulai mereda. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan gangguan perang sejak akhir Februari masih membebani rantai pasok dan prospek pertumbuhan dunia. BI memperkirakan ekonomi global tahun ini hanya tumbuh sekitar 3% dengan inflasi 4,4%. Di saat yang sama, CIO Danantara Pandu Sjahrir melihat meredanya konflik bisa membantu menstabilkan harga minyak dunia, yang pada gilirannya memberi ruang lebih baik bagi fiskal dan ekonomi Indonesia. Pada Kamis, BI juga menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 5,75%. Pandu mengatakan Danantara akan mengikuti arah kebijakan otoritas untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional.
Sumber
Sebelumnya dalam cerita ini
- 2 jam laluAS-Iran capai draf damai, MoU dijadwalkan diteken di Swiss
- 3 jam laluBI nilai damai interim AS-Iran belum redakan risiko globalsedang dibaca