AS perluas sanksi Iran, ancam negara yang tetap berdagang
Washington bisa memakai pengaruh atas sistem dolar untuk menekan mitra seperti Iraq, saat harga minyak naik dan lalu lintas Hormuz terganggu.
Amerika Serikat memperluas sanksi terhadap Iran dan memperingatkan bahwa negara atau bank mana pun yang membantu Tehran tetap terhubung ke perdagangan global bisa diputus dari sistem keuangan berbasis dolar. Menteri Keuangan Scott Bessent menyebut langkah itu sebagai ofensif keuangan luas untuk memblokir pendapatan Iran, sementara Iran mengatakan telah bersiap menghadapi langkah tersebut dan memperkirakan China serta Russia akan menentangnya. Analisis Reuters menyebut Iraq sebagai kasus uji yang mungkin, karena Washington memiliki pengaruh kuat atas Baghdad melalui aliran pendapatan minyak dan sanksi sebelumnya terhadap bank-bank Iraq. Tekanan ini datang ketika konflik mendorong harga minyak naik dan pelayaran melalui Selat Hormuz masih praktis terblokir.