AS menggempur Iran; rudal mengarah ke Bahrain, Kuwait, dan Yordania
Pertukaran serangan membuat negara penampung pasukan AS ikut terancam dan menambah tekanan pada pasar minyak, dengan Brent di atas US$92 per barel.
Amerika Serikat melancarkan serangan udara pada Rabu dini hari terhadap pertahanan udara, pengendali darat, dan lokasi radar Iran, memperluas putaran terbaru pertempuran dengan Tehran. Beberapa jam kemudian, Iran menembakkan serangan ke Bahrain, Kuwait, dan Yordania, tiga negara yang menampung pasukan AS, dalam langkah yang mengancam semakin mengguncang kawasan.
U.S. Central Command menyebut operasi itu sebagai respons proporsional atas serangan terbaru terhadap pasukan Amerika dan pengiriman komersial di perairan regional. Iran melaporkan serangan di dekat Bandar Abbas dan Qeshm Island, tetapi tidak merinci kerusakannya. Yordania mengatakan pihaknya mencegat lima rudal yang mengarah ke Muwaffaq Salti Air Base, yang menampung pesawat AS. Pertukaran serangan ini juga memicu kekhawatiran baru atas Selat Hormuz dan pasokan energi global.