Iran: draf damai dengan AS hampir final, tapi belum disetujui
Yang baru: Teheran masih menahan persetujuan akhir sambil menuntut pencabutan sanksi, aset beku, dan pengakuan atas Selat Hormuz.
Iran menyatakan naskah kesepahaman dengan Amerika Serikat sudah hampir final, tetapi belum mencapai keputusan akhir. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan bagian utama teks perjanjian pada dasarnya telah disepakati, namun masih ditinjau lembaga pengambil keputusan di Teheran dan Iran tidak akan melampaui “garis merahnya”. Pernyataan itu membalas klaim Presiden AS Donald Trump bahwa perjanjian damai bisa diteken paling cepat akhir pekan ini di Eropa. Trump juga mengaitkan penandatanganan dengan pembukaan kembali Selat Hormuz. Menurut sumber yang dikutip Axios, Iran sudah memberi persetujuan di tingkat tinggi dan kini menunggu restu Pemimpin Tertinggi Ayatollah Mojtaba Khamenei. Dalam negosiasi ini, Iran menuntut pencabutan sanksi internasional, pelepasan aset beku bernilai miliaran dolar, dan pengakuan atas kendalinya di Selat Hormuz.
Sumber
Sebelumnya dalam cerita ini
- 27 jam laluIran: draf damai dengan AS hampir final, tapi belum disetujuisedang dibaca
- 32 jam laluMinyak jatuh 4 persen usai AS-Iran capai kesepakatan damai