Aksi Bela Indonesia di Al Azhar bawa 5 tuntutan, sorot Gibran
Yang baru: aksi 8 November di Jakarta Selatan diperkirakan dihadiri ribuan orang dan menyoroti dugaan penyadapan ilegal.
Aksi Rakyat Bela Indonesia digelar di Lapangan Masjid Agung Al Azhar, Jakarta Selatan, Ahad (8/11), dengan lima tuntutan yang dibawa penggagasnya, Bachtiar Nasir. Salah satu isu yang paling disorot ialah persoalan hukum dan konstitusional terkait jabatan wakil presiden, yang dalam pemberitaan dikaitkan dengan Gibran. Aksi dimulai setelah shalat Subuh, dengan acara utama pukul 08.00-10.00 WIB, dan diperkirakan dihadiri ribuan peserta. Selain Bachtiar, sejumlah tokoh dan pimpinan organisasi ikut terlibat, antara lain Jimly Asshiddiqie sebagai pembina dan Ferry Juliantono sebagai ketua pengarah. Tuntutan lain mencakup seruan memperkuat persatuan nasional, melawan oligarki dan intervensi asing, menjalankan amanat Pasal 33 UUD 1945, serta mengusut dugaan penyadapan ilegal terhadap tokoh, organisasi masyarakat sipil, dan media.